Dalam perjalanan yang berliku-liku antara sejarah dan geografi, es krim telah berevolusi dari pencuci mulut bagi kaum bangsawan menjadi makanan jalanan yang dicintai oleh semua orang. Kala itu tidak ada pendingin seperti kulkas dan freezer.
Jadi tiap waktu, mereka harus mengambil es dari danau, gunung, atau kolam yang membeku saat musim dingin. Pola penyimpanannya pun masih tradisional banget, yakni menggunakan tumpukan jerami, tanah yang berlubang, atau tempat penyimpanan es berbahan kayu. Dengan begitu, mereka dapat menikmati es meskipun musim panas sudah tiba.
